Journaling bisa menjadi salah satu cara sederhana untuk memberikan ruang bagi diri sendiri di tengah keseharian yang padat. Journaling bukan sekadar menulis panjang tentang apa yang terjadi sepanjang hari. Kamu bisa menggunakannya untuk menuangkan pikiran, mengenali perasaan, mengevaluasi pengalaman, hingga memahami apa yang sebenarnya sedang kamu butuhkan.
Bagi sebagian perempuan, journaling juga bisa menjadi bagian dari rutinitas self-care. Apalagi jika dilakukan bersama planning menggunakan planner aesthetic yang nyaman dan sesuai dengan kebutuhan sehari-hari.
Apa Itu Journaling?
Journaling adalah kegiatan menuliskan pikiran, perasaan, pengalaman, pertanyaan, atau hal-hal yang sedang ada di dalam pikiran ke dalam sebuah jurnal atau media tulisan.
Tidak ada aturan bahwa journaling harus dilakukan dengan cara tertentu. Kamu bisa menulis beberapa kalimat, membuat daftar, menjawab pertanyaan reflektif, mencatat rasa syukur, atau sekadar melakukan brain dump ketika pikiran sedang terasa penuh.
Yang paling penting adalah journaling memberikan ruang untuk berhenti sejenak dan memperhatikan diri sendiri.
Journaling Bukan Sekadar Menulis
Banyak orang mengira journaling berarti harus menulis halaman demi halaman setiap hari. Padahal, journaling bisa dibuat sesederhana mungkin.
Misalnya, kamu bisa menuliskan:
- Apa yang aku rasakan hari ini?
- Apa yang membuatku senang?
- Apa yang sedang membuatku khawatir?
- Apa yang ingin aku lakukan besok?
- Apa yang sebenarnya sedang aku butuhkan?
- Hal kecil apa yang berhasil aku lakukan hari ini?
Pertanyaan sederhana seperti ini dapat membantu membuat aktivitas journaling terasa lebih mudah, terutama bagi pemula.
Manfaat Journaling untuk Keseharian
Journaling dapat menjadi bagian dari rutinitas yang membantu kamu lebih sadar terhadap keseharian. Bagi mahasiswi, fresh graduate, maupun perempuan pekerja yang sedang menjalani banyak aktivitas sekaligus, journaling bisa menjadi waktu singkat untuk melakukan check-in dengan diri sendiri.
1. Membantu Menuangkan Pikiran
Ketika banyak hal sedang dipikirkan secara bersamaan, menuliskannya dapat membantu membuat semuanya terlihat lebih jelas.
Kamu tidak harus langsung mencari solusi. Terkadang, menuliskan apa yang sedang ada di kepala saja sudah cukup untuk memberikan sedikit ruang.
2. Membantu Mengenali Perasaan
Journaling juga dapat digunakan sebagai sarana self-reflection. Dengan rutin menuliskan pengalaman dan perasaan, kamu bisa mulai melihat pola tertentu dalam keseharian.
Misalnya, kamu menyadari bahwa kamu sering merasa lelah ketika jadwal terlalu padat atau ternyata ada aktivitas tertentu yang justru membuatmu merasa lebih tenang.
3. Membantu Membangun Rutinitas
Journaling dapat dikombinasikan dengan planning untuk membantu membangun kebiasaan baru. Kamu bisa mencatat aktivitas, habit, prioritas, sekaligus melakukan refleksi pada akhir hari.
Di sinilah penggunaan daily planner aesthetic bisa menjadi menarik. Selain memiliki fungsi untuk mengatur aktivitas, tampilannya yang nyaman dapat membuat kegiatan planning dan journaling terasa lebih menyenangkan.
4. Memberikan Waktu untuk Diri Sendiri
Di tengah kuliah, pekerjaan, organisasi, target pribadi, dan berbagai tuntutan lainnya, kita terkadang terlalu fokus pada apa yang harus dilakukan.
Journaling memberikan kesempatan untuk bertanya:
“Aku sendiri sedang bagaimana?”
Pertanyaan sederhana tersebut menjadi pengingat bahwa waktu untuk diri sendiri juga merupakan bagian dari keseharian yang perlu diperhatikan.
Bagaimana Cara Memulai Journaling untuk Pemula?
Kamu tidak perlu langsung membeli jurnal yang mahal atau membuat rutinitas journaling yang panjang. Mulailah dari sesuatu yang sederhana dan realistis.
1. Tentukan Waktu yang Nyaman
Kamu bisa journaling pada pagi hari sebelum memulai aktivitas atau malam hari sebelum tidur.
Tidak perlu memaksakan diri menulis setiap hari selama 30 menit. Lima sampai sepuluh menit pun bisa menjadi awal yang cukup.
2. Mulai dari Pertanyaan Sederhana
Jika bingung harus menulis apa, gunakan journal prompts.
Contohnya:
Hari ini aku merasa...
Hal yang paling aku syukuri hari ini adalah...
Satu hal yang ingin aku lakukan untuk diriku sendiri adalah...
Apa yang ingin aku lepaskan hari ini?
Apa yang ingin aku bawa ke hari esok?
Dengan adanya pertanyaan, kamu tidak perlu menghabiskan waktu terlalu lama untuk memikirkan apa yang harus ditulis.
3. Gabungkan Journaling dengan Planning
Journaling dan planning sebenarnya dapat saling melengkapi.
Planning membantu kamu melihat apa yang ingin dilakukan, sedangkan journaling dan reflection membantu melihat bagaimana perjalananmu menjalaninya.
Kamu bisa menggunakan template daily planner yang memiliki ruang untuk jadwal dan to-do list, kemudian menambahkan bagian mood check-in, notes, brain dump, atau refleksi.
Bagi kamu yang menyukai tampilan visual, template planner aesthetic juga dapat membuat aktivitas tersebut terasa lebih personal.
Memilih Media Journaling yang Sesuai
Tidak ada satu media journaling yang cocok untuk semua orang. Pilih berdasarkan kebiasaan dan kebutuhanmu.
Planner Aesthetic untuk Journaling dan Planning
Jika kamu menyukai stationery dan tampilan visual yang menarik, planner aesthetic dapat menjadi pilihan untuk menggabungkan planning dengan journaling sederhana.
Kamu bisa menemukan berbagai pilihan, mulai dari planner aesthetic murah, planner fisik, hingga template yang dapat digunakan secara digital.
Digital Planner untuk Rutinitas yang Fleksibel
Bagi kamu yang lebih sering menggunakan tablet atau perangkat digital, digital planner aesthetic bisa menjadi alternatif yang praktis.
Salah satu pilihannya adalah daily planner digital yang dapat digunakan untuk mencatat aktivitas, prioritas, mood, habit, dan refleksi tanpa perlu membawa buku secara fisik.
Beberapa produk juga tersedia dalam format daily planner PDF, sehingga dapat digunakan pada aplikasi digital planner yang kompatibel.
Sementara itu, bagi yang lebih suka mencetak halaman sendiri, printable daily planner dapat menjadi pilihan karena kamu bisa mencetak bagian yang memang sedang dibutuhkan.
Journaling Tidak Harus Sempurna
Salah satu hal yang sering membuat orang berhenti journaling adalah keinginan untuk membuat semuanya terlihat sempurna.
Padahal, journaling bukan kompetisi.
Tulisanmu tidak harus rapi. Halamanmu tidak harus penuh. Kamu juga tidak harus journaling setiap hari jika kondisi sedang tidak memungkinkan.
Yang lebih penting adalah menemukan cara yang terasa nyaman dan realistis untukmu.
Begitu juga dengan planning. Planner seharusnya membantu membuat aktivitas terasa lebih terarah, bukan menambah tekanan karena semua kotak harus terisi.
ROUTIE: Planner yang Menggabungkan Planning dan Reflection
Bagi kamu yang ingin mulai menggabungkan planning, journaling, dan self-reflection, ROUTIE Daily Planner hadir dengan pendekatan yang lebih personal terhadap keseharian perempuan.
ROUTIE tidak hanya berfokus pada jadwal dan to-do list. Planner dirancang dengan mempertimbangkan beberapa bagian dari keseharian seperti aktivitas, personal goals, self-care, mood, dan refleksi diri.
Tampilannya menggunakan warna pastel yang colorful tetapi tetap clean sehingga nyaman digunakan untuk planning tanpa terasa terlalu ramai.
Praktis, Fleksibel, dan Mudah Digunakan
ROUTIE dibuat dengan layout yang sederhana dan tidak terlalu complicated. Kamu bisa langsung menggunakannya tanpa harus mempelajari sistem planner yang rumit.
Produk juga dapat dipilih sesuai kebutuhan. Jika saat ini kamu hanya membutuhkan daily planner, kamu tidak harus membeli planner besar sekaligus. Kebutuhan seperti habit tracker atau self-reflection juga dapat dipilih secara terpisah, dengan pilihan bundle untuk kebutuhan yang lebih lengkap.
Untuk produk digital, template dapat digunakan kembali sehingga lebih praktis bagi pengguna yang ingin memiliki rutinitas planning secara berkelanjutan.
Harganya juga dibuat terjangkau, terutama untuk produk digital, sehingga kamu bisa mulai membangun kebiasaan planning tanpa harus mengeluarkan biaya besar.
Journaling dan Planning: Beri Ruang untuk Dirimu Sendiri
Pada akhirnya, journaling tidak harus menjadi aktivitas yang rumit.
Kamu bisa memulainya dengan beberapa menit, beberapa kalimat, atau satu pertanyaan sederhana setiap hari.
Planning juga tidak harus selalu tentang menjadi lebih produktif.
Keduanya dapat menjadi cara untuk berhenti sejenak, melihat apa yang sedang terjadi dalam hidupmu, menentukan apa yang penting, dan memberi ruang untuk dirimu sendiri.
Plan your day. Reflect on your journey. Make space for yourself.
Siap Memulai Journaling dan Planning Bersama ROUTIE?
Kalau kamu sedang membangun rutinitas baru dan ingin memiliki ruang untuk planning, journaling, self-reflection, dan self-care, kamu bisa mulai dari kebutuhan yang paling sederhana.
Tidak perlu menunggu punya rutinitas yang sempurna. Mulai dari satu halaman, satu hari, dan satu langkah kecil.
Selain menjadi ruang untuk menuangkan pikiran dan melakukan refleksi, journaling juga bisa dipadukan dengan planning untuk membantu menata keseharian. Jika kamu ingin mulai menggunakan planner, kenali lebih lanjut apa itu daily planner, manfaat, dan cara menggunakannya.
π· Temukan ROUTIE Daily Planner dan pilih template yang sesuai dengan kebutuhanmu.
Pause. Reflect. Plan.

girly banget yaa routie ini T_T
BalasHapus