
Saat ingin mulai menggunakan Daily Planner, ada satu pertanyaan yang sering muncul:
Lebih baik menggunakan planner digital atau planner dalam bentuk buku?
Jawabannya sebenarnya bukan mana yang lebih bagus.
Pertanyaan yang lebih tepat adalah:
Mana yang paling cocok dengan cara kamu menjalani hari?
Karena setiap orang memiliki kebiasaan yang berbeda. Ada yang merasa lebih nyaman menulis dengan tangan, sementara yang lain hampir selalu membawa smartphone atau tablet ke mana pun.
Keduanya memiliki kelebihan dan kekurangan.
Apa Itu Daily Planner Digital?
Daily Planner digital adalah planner dalam format digital yang biasanya digunakan melalui tablet, smartphone, laptop, atau aplikasi tertentu.
Formatnya dapat berupa PDF atau template yang dirancang untuk diisi secara digital.
Salah satu kelebihan paling menarik adalah fleksibilitas.
Kamu tidak harus membawa buku fisik ke mana-mana. Selama perangkatmu tersedia, planner juga bisa ikut dibawa.
Untuk mahasiswi atau perempuan pekerja yang hampir selalu menggunakan gadget, ini bisa menjadi pilihan praktis.
Kelebihan Daily Planner Digital
1. Praktis dan mudah dibawa
Bayangkan kamu harus membawa laptop, charger, dompet, makeup pouch, dan berbagai kebutuhan lainnya.
Menambahkan satu buku planner mungkin terasa merepotkan.
Dengan planner digital, file bisa tersimpan di perangkat.
2. Bisa digunakan kembali
Salah satu keunggulan template digital adalah sifatnya yang reusable.
Kamu bisa menggunakan template yang sama untuk hari berikutnya tanpa harus membeli buku baru.
Ini juga membuat digital planner menjadi pilihan yang relatif affordable untuk kamu yang baru ingin mencoba perencanaan harian.
3. Lebih mudah dikustomisasi
Tergantung aplikasi dan format yang digunakan, kamu dapat menambahkan:
- tulisan
- highlight
- gambar
- sticker digital
- checklist
- catatan tambahan
Buat kamu yang suka aesthetic journaling, fleksibilitas ini bisa menjadi nilai plus.
4. Lebih hemat tempat
Tidak ada tumpukan buku.
Semua halaman bisa tersimpan secara digital.
Ini cocok untuk kamu yang suka mencatat banyak hal tetapi tidak ingin memenuhi meja atau kamar dengan notebook.
Kekurangan Daily Planner Digital
Namun, planner digital juga tidak sempurna.
Salah satunya adalah ketergantungan pada perangkat.
Kalau tablet sedang habis baterai atau kamu merasa terlalu sering terdistraksi oleh notifikasi, planning bisa menjadi kurang nyaman.
Ada juga orang yang merasa proses menulis secara digital tidak memberikan pengalaman yang sama dengan menulis menggunakan pulpen.
Bagaimana dengan Daily Planner dalam Bentuk Buku?
Planner fisik adalah bentuk yang paling familiar.
Kamu membuka halaman, mengambil pulpen, kemudian menuliskan aktivitas secara langsung.
Bagi banyak orang, proses tersebut justru merupakan bagian menyenangkan dari planning.
Kelebihan Planner Fisik
1. Pengalaman menulis lebih tactile
Ada sesuatu yang berbeda ketika menulis dengan tangan.
Kamu bisa memilih pulpen favorit, menggunakan highlighter, menempelkan sticker, atau membuat dekorasi kecil.
Bagi journaling enthusiast, proses ini dapat menjadi ritual tersendiri.
2. Minim distraksi digital
Ketika menggunakan tablet, kamu mungkin tergoda membuka Instagram, TikTok, YouTube, atau email.
Planner fisik tidak memiliki notifikasi.
Kamu bisa duduk dan fokus pada satu hal:
merencanakan harimu.
3. Bisa menjadi bagian dari rutinitas
Misalnya setiap malam sebelum tidur, kamu membuka planner, menulis apa yang sudah dilakukan, kemudian menyiapkan rencana untuk besok.
Lama-kelamaan, aktivitas tersebut dapat menjadi bagian dari rutinitas harian.
Kekurangan Planner Fisik
Kekurangannya tentu ada.
Buku fisik membutuhkan ruang dan harus dibawa secara fisik.
Selain itu, halaman yang sudah ditulis tidak bisa dengan mudah dihapus atau diubah seperti dokumen digital.
Kalau kamu tiba-tiba memiliki perubahan jadwal, kamu mungkin harus mencoret atau menulis ulang.
Daily Planner Digital vs Buku: Mana yang Cocok?
Coba lihat kebiasaanmu.
Pilih Daily Planner Digital jika kamu:
- sering menggunakan tablet atau laptop
- suka sesuatu yang praktis
- sering berpindah tempat
- ingin template yang reusable
- suka digital journaling
- ingin memulai dengan budget lebih affordable
- tidak masalah membaca dan menulis melalui layar
Pilih planner fisik jika kamu:
- suka menulis tangan
- menikmati stationery
- mudah terdistraksi gadget
- suka menghias halaman
- ingin menjadikan planning sebagai ritual
- merasa lebih fokus ketika menulis di kertas
Tidak ada pilihan yang salah.
Bahkan, kamu bisa menggunakan keduanya.
Bisa Nggak Menggunakan Keduanya Sekaligus?
Tentu saja.
Misalnya, kamu menggunakan Daily Planner digital untuk perencanaan utama.
Setiap pagi, kamu membuka tablet dan melihat jadwal.
Kemudian, saat malam hari, kamu menggunakan journal fisik untuk menulis refleksi yang lebih panjang.
Atau sebaliknya.
Planner digital untuk pekerjaan dan aktivitas harian, sedangkan notebook digunakan untuk journaling pribadi.
Sistem hybrid seperti ini bisa menjadi solusi untuk orang yang menyukai fleksibilitas digital sekaligus pengalaman menulis secara fisik.
Bagaimana ROUTIE Menggabungkan Keduanya?
ROUTIE melihat digital dan physical planner bukan sebagai dua produk yang harus saling bersaing.
Keduanya dapat memenuhi kebutuhan yang berbeda.
Digital planner menjadi pilihan praktis untuk kamu yang ingin mulai dengan cara yang affordable dan reusable.
Sementara physical planner memberikan pengalaman menggunakan stationery secara langsung.
Yang tetap sama adalah prinsipnya:
pause. reflect. plan.
ROUTIE tidak ingin planner hanya menjadi tempat untuk menumpuk checklist.
Karena kehidupan perempuan tidak hanya terdiri dari deadline dan jadwal.
Ada personal goals, self-care, mood, kebiasaan, refleksi diri, dan waktu untuk diri sendiri.
Itulah yang menjadi dasar pengembangan produk ROUTIE.
Desainnya dibuat colorful tetapi tetap clean, menggunakan warna pastel sebagai aksen agar halaman terasa cheerful tanpa terlihat terlalu ramai.
Kamu juga tidak perlu membeli semua jenis planner sekaligus.
Kalau kebutuhanmu hanya perencanaan harian, mulai dari Daily Planner.
Kalau ingin membangun kebiasaan, kamu bisa menggunakan habit tracker.
Kalau ingin lebih banyak melakukan refleksi diri, journal bisa menjadi pilihan.
Produk seharusnya mengikuti kebutuhanmu, bukan membuatmu merasa harus memiliki semuanya.
Jadi, Mana yang Lebih Baik?
Kalau kamu masih bingung, gunakan pertanyaan sederhana ini:
“Aku lebih konsisten menggunakan apa?”
Karena planner yang bagus tetapi tidak pernah dibuka tidak akan membantu apa-apa.
Sebaliknya, template sederhana yang kamu gunakan setiap hari bisa memberikan jauh lebih banyak manfaat.
Kalau kamu selalu membawa tablet dan suka sesuatu yang praktis → pilih digital.
Kalau kamu menyukai stationery dan menikmati proses menulis → pilih physical.
Kalau kamu suka keduanya → gunakan hybrid.
Kesimpulan
Perbedaan Daily Planner digital dan buku bukan soal mana yang lebih modern atau lebih aesthetic.
Keduanya memiliki fungsi dan pengalaman yang berbeda.
Digital planner unggul dalam fleksibilitas, portability, dan penggunaan kembali. Planner fisik unggul dalam pengalaman menulis, minim distraksi, dan sensasi menjadikannya bagian dari rutinitas.
Pada akhirnya, planner terbaik adalah planner yang sesuai dengan gaya hidupmu dan membuatmu benar-benar ingin menggunakannya.
ROUTIE — pause. reflect. plan.
ROUTIE menciptakan planner dan journal untuk perempuan yang ingin menata hari dengan lebih terarah, tetapi tetap memberikan ruang untuk diri sendiri.
Head Office:
Jl. Pulau Watubela Blok D2 Cakung Jakarta Timur
Kontak Kami:
HP: 089527066508
WA: 081317169898
E-mail: amelstudie@gmail.com
Ready to start your planning ritual?
Temukan template planner ROUTIE dan pilih format yang paling sesuai dengan kebutuhanmu—digital, physical, atau keduanya.
Tidak ada komentar:
Posting Komentar